PELANGGARAN TATA RUANG MERAJALELA

Bencana tanah longsor yang menimpa Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Semarang menjadi bukti tentang betapa penting kepatuhan pada tata ruang. Pelanggaran tata ruang wilayah berakibat sangat fatal dan dalam jangka panjang semakin memperparah kerusakan lingkungan. Sayangnya pelanggaran tata ruang makin merajalela dan memperburuk kondisi lingkungan.

Menerobos Banjir
Gambar. Menerobos Banjir (Foto by : Puji W Samsul)

Daerah longsor itu sebenarnya adalah wilayah konservasi yang dilarang untuk perumahan. Mengapa kemudian bisa terjadi pembangunan perumahan di kawasan konservasi? Perizinan mungkin diselewengkan atau bisa saja perumahan itu dibangun tanpa ijin. Dinas Tata Kota dan Perumahan berdalih karena perumahan sudah lama ada, maka pihaknya hanya bisa mengingatkan. Sesederhana itukah wewenang Pemkot? Daerah banjir  sering timbul akibat air yang datang tidak dapat di tampung pada drainase yang ada. Mengapa terjadi demikian? Karena banyak sekali saluran terbuka yang ditutup oleh pihak tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Akibatnya kurangnya debit air yang dapat ditampung pada drainase tersebut terlambat diketahui. Kondisi tersebut diperparah dengan sampah yang nyangkut dan sedimen yang terendapkan sulit  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

MEMELIHARA KELESTARIAN ALAM DAN MENGAKRABKAN DIRI DENGAN BENCANA

Pada awal  tahun 2014 kita melihat ibukota negara tertimba bencana banjir. Curah hujan yang  tinggi menambah luas wilayah yang terendam air. Banjir juga melanda Manado, Banten, Tangerang, Indramayu, Pekalongan, Semarang, Kudus, Pati dan daerah lain di wilayah Indonesia. Bencana tanah longsor juga melanda beberapa wilayah Indonesia. Terkini, hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014, Indonesia diguncang gempa di barat daya Kabupaten Kebumen. Kita perlu menyadari letak negara kita yang berada pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, lempeng benua Australia, lempeng samudera Hindia, dan lempeng samudera Pasifik mengakibatkan kawasan Indonesia rawan dilanda  gempa bumi. Selain itu Indonesia terletak di kawasan yang disebut dengan pacific ring of fire, di mana terdapat 83 gunung berapi aktif tersebar diwilayah Indonesia (National Geographic- Indonesia’s Ring of Fire : Living with volcanoes) , daerah dimana lebih dari 90% aktifitas gempa bumi terjadi.

Pasific ring of fire

Gambar 1. Pasific Ring Of Fore

Semua bencana tersebut telah terjadi, sangat tidak bijak jika kita saling menyalahkan dan saling menuding siapa yang paling bertanggung jawab atas bencana tersebut. Yuk, kita duduk bersama merenungkan apa yang telah kita lakukan terhadap lingkungan kita sejauh ini. Lepaskan ego, berpikirlah jernih. Letak negara kita seperti tersebut di atas, mempunyai 83 gunung api yang suatu saat akan meletus. Entah sekarang, besok, lusa atau entah kapan. Satu per satu meletus, atau meletus bersamaan. Kita tidak tahu kapan hal tersebut terjadi. Pernahkah kita berpikir tentang hal tersebut? Saya tidak menakut-nakutin, tapi inilah nusantara kita tercinta, Indonesia. Selain  Continue reading

BENCANA LONGSOR DI SEBAGIAN BESAR WILAYAH INDONESIA

Indonesia secara geografis terletak pada daerah perbatasan lempengan tektonik yang menjadikan kondisi bentang alamnya berbukit dan bergunung-gunung serta banyak memiliki gunung berapi aktif. Kondisi bentang alam yang sedemikian itu menyebabkan rentannya struktur tanah terhadap bahaya longsor akibat dari tidak stabilnya lereng.

Tanah Longsor

Dalam banyak kasus longsoran dipicu oleh tingginya curah hujan, seperti yang terjadi akhir-akhir ini sehingga Continue reading

WASPADAI BENCANA TANAH LONGSOR PADA SAAT MUSIM HUJAN

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir di seluruh wilayah Indonesia beberapa minggu ini. Bencana alam yang sama terulang kembali yaitu banjir dan tanah longsor. Kedua bencana ini sering terjadi apabila curah hujan tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa air dan atau tanah dengan kondisi bawah dengan kandungan air mempunyai kekuatan yang tidak boleh disepelekan.

Tanah Longsor Tomohon Sulut

Gambar 1. Tanah Longsor di Tomohon, Sulut

Hari jum’at tanggal 17 Januari 2014 terjadi bencana tanah longsor di Tomohon, Manado Sulawesi Utara. Di lokasi berbeda tanah longsor juga terjadi  Continue reading

PENGOLAHAN TANAH LIAT UNTUK PEMBUATAN GENTENG

Semua tanah dalam bentuk aslinya selalu banyak mengandung grit (bahan kasar dalam bahan yang halus) yang harus dipisahkan terlebih dahulu sebelum tanah itu dipakai sebagai bahan pembuatan genteng. Pemisahannya dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu cara manual (dengan tangan) dan dengan mesin. Mesin yang digunakan adalah mesin extruder atau menggunakan ball mill. cara manual merupakan cara yang paling murah dan sederhana. Setelah tanah liat tersebut tersaring, dari bahan kasar, sebelum mulai proses pembentukan, tanah liat plastis tersebut harus homogen dan bebas dari gelembung/kantong udara. Untuk itu tanah tersebut harus diulet (kneading) terlebih dahulu.

Pembentukan Genteng

Tanah liat yang sudah homogen dicetak dengan cetakan yang terbuat dari pelat besi. tanah liat diletakkan pada alat pres, alat pres ditekan dan diatur tekanannya,  sebelum genteng mentah  dilepas dari cetakan bentuk pinggir genteng dirapikan dari sisa tanah liat yang tertekan keluar dari cetakan. Pelat tanah liat akan tercetak dan berbentuk genteng mentah. Video pembuatan genteng secara manual dapat anda lihat di  http://youtu.be/EaOTZb09A4A

 

Pelat Besi Cetakan Genteng

Gambar 1. Alat Pencetak Genteng Cara Manual

Setelah genteng dilepas dari cetakan untuk selanjutnya dipindahkan supaya diangin-anginkan, diletakkan pada rak yang terbuat dari bambu. penempatan genteng mentah ini harus sangat hati-hati jangan sampai salah karena akan berakibat genteng dapat berubah bentuk.

Genteng setelah dicetak

Gambar 2. Genteng diletakkan pada rak bambu untuk diangin-anginkan

Continue reading

Stabilisasi Tanah Dengan Kapur

Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting bagi kemajuan pembangunan. Semua orang tentunya ingin di daerahnya mempunyai jalan akses yang baik, kuat menuju daerah lain. Jalan yang baik akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lainnya.

Jalan Lingkungan

Gambar 1. Jalan dengan jenis perkerasan lentur (Aspal)
(Sumber : Chase Mou Landst)

Jenis-jenis perkerasan pada jalan dapat anda baca pada artikel saya terdahulu, apapun jenis perkerasaannya hal terpenting yang sering dilupakan adalah bagian pondasinya. Seperti halnya bangunan gedung, jalan juga mempunyai bagian struktur yang biasa disebut sebagai pondasi. Bagian Sub base dan base umumnya menggunakan bahan alam yaitu kerikil dan batu pecah sedangkan subgrade adalah merupakan tanah biasa atau tanah pilihan. Stabilisasi tanah sangat perlu dilakukan untuk memperbaiki  Continue reading

KOROSI BAJA TULANGAN PADA BETON BERTULANG

Beton dikenal sebagai bahan bangunan yang berpori. Sifat ini menyebabkan senyawa dari luar dapat berinfiltrasi ke dalam beton. Bangunan beton yang dibangun di sekitar daerah pantai/laut cenderung megalami kerusakan akibat serangan garam klorida. Saya mencoba mereview makalah yang mendiskusikan model untuk memprediksi waktu layan bangunan beton terhadap kerusakan akibat korosi baja tulangan. Waktu layan bangunan beton dibagi menjadi tiga periode. Periode I adalah waktu yang dibutuhkan oleh ion Cl− untuk melakukan infiltrasi sampai ke permukaan baja tulangan, Periode II adalah waktu yang dibutuhkan oleh senyawa hasil korosi untuk  Continue reading

BATAKO

Batako merupakan salah satu bahan bangunan penyusun untuk dinding pada bangunan/gedung. Seperti paving block, batako berasal dari kata bata concrete atau bata beton dalam bahasa teknik sering disebut bataton. Bata ini tidak dibuat dari tanah liat seperti umumnya bata merah, tetapi campuran bahan pembuatan batako atau bataton ini layaknya beton, yaitu pasir, semen, kericak dan air. Beberapa produsen batako ada juga yang memproduksi tanpa menggunakan kericak, tapi hasilnya kurang bagus jika dibandingkan dengan batako yang bahan penyusunnya seperti membuat beton.

Kombinasi Batako dan Bata Merah Pada Bangunan

Gambar 1. Aplikasi Batako pada Bangunan

Definisi Batako Berdasarkan PUBI 1982

Bata yang dibuat dengan mencetak dan memelihara dalam suasana  lembab, campuran tras, kapur dan air dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya.

Batako berlubang adalah batako yang mempunyai luas penampang lubang dan isi lubang, masing- masing tidak melebihi 25% dari seluruh luas penampang dan seluruh isi batanya.

Pada definisi berdasarkan PUBI 1982 di atas, terdapat istilah Continue reading

BELAJAR ARIF DARI SUKU BADUI

Sungai

Gambar 1. Sungai

Kearifan lokal masyarakat baduy perlu ditiru. Terutama aturan merawat hutan dan sungai. Penduduk kota mengenyam pendidikan formal mestinya malu dengan orang Baduy yang hidup di hutan namun setia merawat lingkungan.

Merawat Sungai

Selain memiliki aturan keras terhadap pengelolaan ladang dan hutan, masyarakat Baduy juga memiliki aturan keras terhadap pengelolaan sungai. Masyarakat Baduy dalam, dilarang keras mengotori sungai dengsn ahan kimia apapun. Ketika mandi di sungai, mereka dilarang memakai sabun dan samphoo. Mereka juga tidak bisa menggunakan pasta gigi.

Aturan yang satu ini diterapkan kepada seluruh orang yang memasuki wilayah Baduy dalam. “Sebagai ganti sabun dan pasta gigi kami menggunakan batang dan bunga pohon honje. Selain bisa membersihkan badan, pohon honje juga akan membuat tubuh wangi. Kalau sikat gigi kami pakai sabut kelapa.”

Aturan menjaga sungai dari bahan kimia sudah diajarkan secara turun temurun. “Nenek moyang kami melarang kami mengotori sungai. Sungai harus  dijaga kebersihan dan kelestariannya.”

Penggunaan sabun, shampoo dan pasta gigi bisa dilakukan di wilayah Baduy luar. Di wilayah itu aturan pengelolaan sungai agak longgar.

Direktur Permukiman dan Perumahan Badan Petencanaan Pembangunan Nasional, Nugroho Tri Utomo mengatakan kearifan lokalmasyarakat Baduy Dalam menjaga lingkungan perlu ditiru masyarakat lainnya. Terutama kebiadaan mereka menjaga hutan dan sungai. Orang di perkotaan yang memiliki pendidikan formal semestinya malu dengan oramg Baduy di hutan yang bisa menjaga lingkungannya.  Di kota banyak orang membuang sampah sembarangan, mengotori sungai dan merusak fungsi sungai bagi kelestarian alam

Sungai dan kompenen pendukungnya

Sungai merupakan tempat mengalirnya air yang nantinya berakhir di laut. Tidak hanya berfungsi mengalirkan air, sungai juga merupakan habitat bagi kehidupan air. Beberapa makhluk hidup air seperti ikan, udang, kerang air tawar, siput dan masih banyak lagi hidupnya bergantung pada sungai. Tumbuhan dan vegetasi  juga tumbuh subur di sepanjang sungai. Manusia juga memerlukan air sungai untuk mengairi sawah dan ladangnya menunjukkan betapa pentingnya fungsi aliran sungai.

Mari kita mengenal Sungai, sungai memiliki komponen yang dinamakan bantaran sungai. Bantaran sungai ini letaknya berada di kanan dan kiri memanjang sepanjang aliran sungai. Konturnya berada lebih tinggi dari dasar sungai itu sendiri, bantaran sungai ini memiliki fungsi penting, yaitu menampung luapan air jika sungai sudah tidak mampu lagi  menampung kapasitas air dalam badan sungai. Permasalahan banjir yang terjadi di kota besar, salah satunya disebabkan alih fungsi bantaran sungai menjadi permukiman liar. Permukiman yang salah lokasi ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat, membuang sampah sembarangan menyebabkan pendangkalan dan aliran air sungai tidak dapat mengalir secara optimal sehingga mengakibatkan banjir.

Drainase / Pipa pembuangan 2

Gambar 2. Potret Drainase Perkotaan di Tengah Kota

Drainase, drainase perkotaan atau yang lebih dikenal dengan saluran merupakan faktor utama penentu tingkat pencemaran sungai. Umumnya warga mengalirkan air limbah rumah tangga langsung ke saluran-saluran disekitar rumah mereka. Minimnya kesadaran menjaga lingkungan ditambah kurangnya peran aktif dari institusi terkait memperparah kondisi pencemaran tingkat drainase perkotaan yang kemudian akan dibawa mengalir ke sungai. Jujur saja apakah rumah kita masing-masing, sudahkah adakah bak ontrol untuk mengendapkan, mengolah air sisa mandi, air sisa mencuci, air sisa cucian dapur sebelum keluar menuju saluran/ drainase perkotaan? Sudahkah ada penyaring dengan zeolit dan karbon aktif untuk menjernihkan dan menetralisir limbah rumah tangga tersebut? Jangan salahkan warga, bisa jadi belum banyak yang tahu bagaimana cara mengolah air limbah sisa rumah tangga tersebut supaya alam terhadap lingkungan. Ini tugas kita, ini pekerjaan rumah untuk kita semua. tanggung jawab kita bersama.

Apakah itu Saluran Terbuka dan Saluran Tertutup?

Berbicara tentang drainase, drainase perkotaan kita dapat lepas dari saluran. Sebagian besar orang teknik tentu sudah mengetahui apakah itu saluran terbuka dan apakah itu saluran tertutup? Saluran terbuka adalah Continue reading

AIR BERSIH ADALAH KEBUTUHAN DASAR

Rekahan tanah akibat kekeringam

Gambar 1. Rekahan Tanah akibat Kekeringan

Warga masih sulit peroleh air bersih, demikian judul pada Harian Suara Merdeka tanggal 3 Oktober  2013.  Memasuki musim kemarau, beberapa daerah mulai kesulitan mendapatkan air, salah satunya adalah Kabupaten Blora. Sebagian warga di Kabupaten Blora mulai membeli air untuk memenuhi kebutuhan air. Harga air 1 jerigen (+/-30 Liter) senilai Rp. 10.000,00 harga tersebut dapat berubah tergantung penawaran dan jarak angkut.

Air Kran
Gambar 2. Air Kran

Kebutuhan air bersih sangat mendesak, terutama pada musim kemarau. Kebutuhan ini tidak hanya  dirasakan oleh  masyarakat Kabupaten Blora saja, tetapi banyak wilayah di Indonesia yang mengalami hal serupa. Semua makhluk hidup memerlukan air untuk keberlangsungan hidupnya, sehingga diperlukan rencana dan tindakan  yang tepat untuk mengatasinya. Kementerian Pekerjaan Umum, Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup telah bersama-sama menyusun Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM). Mengapa RPAM? Continue reading