Cinta (Mahabbah)

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, ternyata sangat besar manfaatnnya untuk kita kaum muslim. Saya pernah membaca sebuah buku yang di dalamnya terdapat kisah tentang pentingnya bershalawat kepada Rasulullah SAW. Namun mohon maaf saya lupa judul buku dan pengarangnya, karena pada saat saya membaca buku tersebut dalam kondisi sedang antri di ruang tunggu. Semoga kisah ini dapat memberikan manfaat kepada kita.

Dikisahkan, seorang dalam mimpi bertemu satu makhluk yang sangat jelek di Padang Sahara. Lalu ia bertanya “ Siapakah kamu?”

“Aku adalah amalan jelek mu” Jawab makhluk jelek itu

“Apa yang dapat menyelamatkan ku dari mu?”

“Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, shalawat itu berada di atas cahaya, di atas ash shirath . Barangsiapa yang bershalawat kepada ku pada hari jum’at sebanyak delapan puluh kali, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun”

Ada seseorang yang tidak pernah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, lalu pada suatu malam bermimpi bertemu Baginda Nabi SAW. Beliau tidak menoleh kepadanya, oleh karena itu ia bertanya “ Ya Rasul, apakah anda marah kepada saya?”

“Tidak” Jawab Nabi SAW

“Lalu, mengapa Anda tidak memandang saya?” Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

PEMELIHARAAN BETON AGAR MENCAPAI KUAT TEKAN SESUAI YANG DIHARAPKAN

Pembangunan Infrastruktur sering kali melibatkan pembuatan beton pada proses pelaksanaan konstruksinya. Saya pernah menulis bahwa membuat beton dengan kualitas baik tidak sesederhana yang orang awam pikir. Baca lagi tulisan saya : Apakah Campuran Adukan anda sudah benar dan Perancangan Campuran Adukan beton yang baik (sesuai SNI).

Ternyata ada hal penting yang selama ini terlihat sepele tetapi sangat berpengaruh besar terhadap nilai kekuatan beton pada ending nya. Apakah itu? Pemeliharaan, perawatan atau dalam istilah teknik kita sebut curing. Beton yang kita rencanakan dan kita buat dengan penuh ketelitian akan merosot kekuatannya jika selama masa pengerasan beton tidak dirawat.

Fakta di lapangan saya dapatkan, beton dengan perencanaan sama telitinya, satu dikerjakan secara manual sedangkan yang lain dipesan pada produsen batching plant, keduanya telah melalui proses yang teliti saat pelaksanaanya, tetapi pada salah satu jarang melakukan aktivitas curing, dan satunya rutin melakukan curing terhadap beton tersebut, maka hasilnya terlihat pada kekuatan betonnya. Beton tanpa pemeliharaan nilai kekuatannya merosot dari nilai kekuatan yang direncanakan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya proses pemeliharaan beton sebelum mengeras.

Apa dan bagaimanakah pemeliharaan beton yang baik supaya mendapatkan nilai kekuatan beton sesuai harapan? Mari kita pelajari bersama, Istilah pemeliharaan beton diartikan  Continue reading

Detail Penulangan Pada Sambungan Struktur Bangunan Tahan Gempa

Patah dan Retakan pada Sambungan Struktur dan Dinding RumahGambar 1. Patah pada Sambungan Struktur dan Retakan pada Dinding

Sepanjang sejarah umat manusia, bencana gempa bumi telah menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Korban jiwa sebenarnya tidak disebabkan langsung oleh gempa bumi, namun seringkali disebabkan oleh tertimpa reruntuhan bangunan rumah atau gedung. Kerusakan bangunan akibat gempa terutama pada rumah-rumah penduduk satu lantai atau lebih disebabkan antara lain rumah tersebut tidak memiliki rangka beton bertulang, tidak diplester, atau memiliki rangka beton bertulang tapi tidak memenuhi syarat rumah tahan gempa. Pada Kejadian gempa yang terjadi di Indonesia, Liwa (1994), Banyuwangi (1996), Palu (1995), Kerinci (1996), Bengkulu (2000), Alor (2004), Nabire (2004), Aceh (2004), Nias (2005), DIY dan Jawa Tengah (2006), fenomena kerusakan bangunan yang terjadi memiliki banyak kesamaan, yaitu bangunan yang dibuat oleh masyarakat sendiri atau secara komunal, tanpa adanya ilmu dan teknologi bangunan rasional tahan gempa.

 

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas ditambah lagi kondisi letak geografis Indonesia terletak di antara 4 (empat) sistem tektonik yang aktif, maka bangunan di Indonesia harus mampu menahan gempa, bangunan tahan gempa dapat diartikan sebagai suatu bangunan yang dikerjakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah struktur dan konstruksi yang benar dalam perencanaan dan pelaksanaanya, pada dasarnya tidak ada bangunan yang dikatakan “TAHAN” seluruhnya terhadap gempa bumi Bangunan Tahan Gempa diartikan paling tidak “MENGURANGI RESIKO AKIBAT GEMPA”. Sedangkan kaidah kaidah bangunan tahan gempa yaitu :



  1. Bila terjadi gempa ringan, bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali.
  2. Bila terjadi gempa sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural, tetapi tidak boleh rusak pada elemen-elemen struktural.
  3. Bila terjadi gempa besar, bangunan boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural dan elemen struktural, akan tetapi tidak boleh runtuh, baik sebagian maupun keseluruhan, dan kerusakan yang terjadi dapat diperbaiki. Tidak runtuhnya bangunan disebabkan bangunan bersifat

Dengan demikian pada masyarakat yang ada di wilayah-wilayah gempa kuat, harus memiliki kesadaran akan rancangan bangunan perumahan yang tahan gempa. Norma Standar Pedoman Manual (NSPM) mengenai Rumah Tahan Gempa sebaiknya sudah tersedia sebelum deretan kejadian gempa kuat tersebut

Dasar pembangunan rumah tahan gempa yaitu :

  1. Mutu Bahan Bangunan Yang Baik
  2. Mutu Pengerjaan Yang Baik
  3. Semua Komponen Bangunan, meliputi Pondasi, Sloof, Kolom, Balok, Dinding, Rangka Atap, Atap harus DISAMBUNG SATU DENGAN LAINNYA agar jika terjadi goncangan gempa, bangunan bergetar sebagai satu kesatuan.

 

Contoh detail sambungan seperti pada gambar dibawah ini : Continue reading