PEMELIHARAAN BETON AGAR MENCAPAI KUAT TEKAN SESUAI YANG DIHARAPKAN

Pembangunan Infrastruktur sering kali melibatkan pembuatan beton pada proses pelaksanaan konstruksinya. Saya pernah menulis bahwa membuat beton dengan kualitas baik tidak sesederhana yang orang awam pikir. Baca lagi tulisan saya : Apakah Campuran Adukan anda sudah benar dan Perancangan Campuran Adukan beton yang baik (sesuai SNI).

Ternyata ada hal penting yang selama ini terlihat sepele tetapi sangat berpengaruh besar terhadap nilai kekuatan beton pada ending nya. Apakah itu? Pemeliharaan, perawatan atau dalam istilah teknik kita sebut curing. Beton yang kita rencanakan dan kita buat dengan penuh ketelitian akan merosot kekuatannya jika selama masa pengerasan beton tidak dirawat.

Fakta di lapangan saya dapatkan, beton dengan perencanaan sama telitinya, satu dikerjakan secara manual sedangkan yang lain dipesan pada produsen batching plant, keduanya telah melalui proses yang teliti saat pelaksanaanya, tetapi pada salah satu jarang melakukan aktivitas curing, dan satunya rutin melakukan curing terhadap beton tersebut, maka hasilnya terlihat pada kekuatan betonnya. Beton tanpa pemeliharaan nilai kekuatannya merosot dari nilai kekuatan yang direncanakan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya proses pemeliharaan beton sebelum mengeras.

Apa dan bagaimanakah pemeliharaan beton yang baik supaya mendapatkan nilai kekuatan beton sesuai harapan? Mari kita pelajari bersama, Istilah pemeliharaan beton diartikan  sebagai prosedur yang harus dipatuhi untuk melancarkan proses hidrasi semen, yaitu pengendalian waktu, temperatur dan kondisi kelembaban segera setelah beton selesai dicor dalam cetakannya. Semua prosedur di atas adalah jaminan agar proses pengerasan beton (kekuatan) berlangsung sempurna.

WAKTU

Para pelaksana kegiatan konstruksi harus mengingat kembali dan menggaris bawahi bahwa pencapaian standart target kekuatan rata-rata silinder beton pada umur 28 hari pada umumnya memakai anggapan pada kondisi lembab/basah dan temperatur tertentu (20 °C).

Jika dalam waktu kurang dari 28 hari beton berada dalam keadaan kering sehingga air dalm beton akan menguap keluar maka peningkatan kekuatan beton akan terhambat. Jika sejak awal beton tidak dirawat dalam keadaan basah, kekuatan beton hanya akan mencapai ± 50% dari kuat rencana. Kemudian waktu melakukan uji tekan umur benda uji harus tidak melampaui toleransi waktu yang ditentukan (ASTM C39/C39M-01) dan benda uji silinder harus masih dalam keadaan lembab.

Hubungan Kuat Tekan Beton Dengan Masa Curing

Gambar 1. Hubungan Kuat Tekan Beton dengan Masa Curing Beton

KELEMBABAN

Pemeliharaan atau perawatan beton dalam keadaan basah dapat dilakukan dengan menyiram atau merendam atau menutup permukaan beton dengan karung goni yang rutin dijaga dalam keadaan basah. Di lapangan struktur beton yang baru dicor diasarnakan untuk dirawat secara rutin dalam keadaan basah/lembab selama minimal 14 hari. Jika selanjutnya tidak dalam kondisi lemban, pada umur 28 hari beton tersebut hanya kan mencapai ±85% dari yang kondisi lembab. Namun bila beton tidak dipelihara sama sekali maka pada umur 28 hari kekuatannya akan turun hingga ±50% dari kekuatan rencana.

 

Setelah mengetahui pentingnya masa pemeliharaan terhadap beton, semoga bermanfaat bagi para pelaksana konstruksi memperhatikan dan melaksanakan perawatan beton sehingga kekuatan yang didapat mencapai kekuatan rencana.

 

Sumber :

Pengendalian Mutu Beton Sesuai SNI, ACI dan ASTM, Ir. Pujo Aji., MT ; Prof. Ir. Rachmat Purwono., M.Sc, IP-U HAKI, 2010

ASTM C39/C39M-01, Standart Test Method for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Spesimens

 

 

In English :

 

Infrastructure often involves the manufacture of concrete in construction implementation process. I once wrote that making concrete with good quality is not as simple as that laymen think.

It turns out that there are important things during this seem trivial but very big influence on the value of the strength of the concrete in the end. What is it? Maintenance, or in technical terms we say curing. Concrete that we plan and we created with full accuracy will degenerate strength during concrete hardening if untreated.

I get the facts on the ground, the concrete with the same meticulous planning, one is done manually while others are ordered on a batching plant manufacturers, both have been through a rigorous process when doing so, but on one of the rare curing activity, and only routine curing of concrete , then the result is seen in the strength of the concrete. Concrete without maintenance strength values ​​decreased from the value of the planned force. This shows how important the process of maintenance of concrete before it hardens.

What and how is the maintenance of good concrete in order to get the value of concrete strength as expected? Let’s learn together, concrete maintenance term is defined as a procedure that must be followed to expedite the process of hydration of cement, namely control of time, temperature and humidity conditions as soon as the concrete is finished casted in a mold. All of the above procedure is the assurance that the process of hardening concrete (strength) is complete.

TIME
The executor must recall the construction activities and underlined that the achievement of the target standard of the average strength of concrete cylinders at 28 days in general use presumption under humid conditions / wet and temperature (20 ° C).
If in less than 28 days to be on the dry concrete so the water will evaporate out of concrete preformance then the increase in the strength of the concrete will be hampered. If since the beginning of the untreated concrete in wet conditions, the strength of the concrete will only reach ± 50% of a planned strength. Then its time to test the age of the specimen press shall not exceed the tolerances specified time (ASTM C39 / C39M-01) and a cylindrical test specimen should be still in a state of moisture.

 

HUMIDITY
Maintenance or treatment in a state of wet concrete can be done by flushing or soaking or cover the concrete surface with burlap sacks are routinely maintained in a wet state. In the field of new concrete structures casted diasarnakan treated routinely for wet / damp for at least 14 days. If not in a condition subsequent lemban, at the age of 28 days is only the concrete to ± 85% of the humid conditions. However, if the concrete is not maintained at all then at 28 days strength will drop to ± 50% of the planned strength.

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *