Kekuatan Beton ditentukan Menggunakan Kubus atau Silinder?

Pertanyaan ini sering muncul di lapangan. Sebagaimana lazimnya kita mendengar “Beton kami memiliki kekuatan K300” demikian ucap mereka dengan maksud memberikan informasi tentang kekuatan material beton. K 175, K200, K225, K250,K300 atau selebihnya berarti beton kekuatannya dinyatakan dalam benda uji kubus dengan satuan kg/cm2 .

Cetakan benda uji beton

Gambar 1. Aneka Bentuk Cetakan Benda Uji Beton

Pola penyebutan kekuatan beton yang menggunakan istilah “K” dipengaruhi oleh peraturan lama yaitu PBI 1971 (Peraturan Beton Indonesia, 1971) dimana kekuatan material beton dinyatakan dalam benda uji berbentuk kubus. Pada tahun 1992 muncul SNI 03-2847-1992 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung kemudian pada tahun 2002 menjadi SNI 03-2847-2002  tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Maka dengan adanya peraturan baru, peraturan lama seharusnya sudah tidak lagi, apalagi jika dicermati dengan tahun sekarang 2014 terpaut 43 tahun dengan peraturan lama 1971. Sudah tidak  relavan kan?

Pada peraturan yang baru, SNI 03-2847-2002 kekuatan material beton dinyatakan oleh kuat tekan benda uji berbentuk silinder ( dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm) dengan simbol f’c dengan satuan Mpa. Perubahan ini disebabkan pada saat ini SNI 03-2847-2002 mengacu pada peraturan SNI ACI 318.

Cuplikan SNI 03-2847-2002

Gambar 2. Cuplikan SNI 03-2847-2002

Sepintas permasalahan ini terkesan sepele, tetapi perlu diketahui bahwa peraturan baru ini tidak hanya membawa dampak pada perubahan penyebutan dari K menjadi f’c atau dari kubus ke silinder saja, namun ternyata ada banyak hal lain yang juga berubah yaitu:

  1. Perhitungan penentuan kuat tekan karakteristik
  2. Prosedur mix design dalam hal penentuan kuat rata-rata perlu f’cr
  3. Evaluasi kuat tekan beton

Dengan melihat informasi di atas dapat disimpulkan bahwa peraturan baru tersebut tidak mengenal istilah K ataupun menggunakan kubus sebagai tolak ukur kekuatan material beton. Namun demikian tidak dapat dipungkiri masih banyak insinyur yang terbiasa menggunakan istilah K untuk mendefinisikan kekuatan beton. Meskipun, sebenarnya SNI 03-2847-2002 ini sudah tidak pantas disebut baru, karena sudah berusia 12 tahun jika sekarang adalah tahun 2014. Benar begitu?

Dari informasi di atas dapat disimpulkan :

  1. Untuk keperluan design bangunan baru, perlu disosialisasikan kepada para pelaksana lapangan, birokrasi dan masyarakat tentang f’c sebagai acuan kekuatan material beton, bukan lagi “K”
  2. Untuk keperluan assessment bangunan lama, bila istilah K dipakai maka harus dikonversikan menjadi f’c.

Semoga tulisan diatas dapat dipahami sehingga selanjutnya kita bersama-sama menggunakan peraturan baru seutuhnya.

 

Sumber :

SNI 03-2847-2002  tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung

Bulletin LB3-ITS no.1 Sept 2008 dalam Pengendalian Mutu Beton Sesuai SNI, ACI dan ASTM, Ir. Pujo Aji., MT ; Prof. Ir. Rachmat Purwono., M.Sc, IP-U HAKI, 2010

 

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

9 thoughts on “Kekuatan Beton ditentukan Menggunakan Kubus atau Silinder?

  1. Ibu Dwi yang Baik Hati
    Melihat satu persatu pertayaan yang Ibu Jawab sangat baik sekali dengan tanggapan dari Ibu salam Sukses selalu ya Ibu

    Ada Satu pertayaan yang selalu mengganjal
    Dalam pengguanaan Mutu beton itu sendiri Khususnya
    Pada bangunan -bagunan Umum seperti Rumah tinggal 2 lantai

    Yang menjadi pertanyaan adalah dimanakah kita menempatkan mutu beton itu sendiri khususnya pada bagunan-bangunan umum yang sederhana misalkan

    Utk pondasi Tapak berapakah mutu betonnya
    Utk Sloof berapakah mutu betonnya
    Utk Kolom struktur berapakah mutu betonnya
    Utk Kolom Praktis berapakah mutu betonnya
    Utk Balok berapakah mutu betonnya
    Utk Plat lantai berapakah mutu betonnya
    Dan utk Ringbalk berapakah mutu betonnya

    Kebanyakan dalam pembangunan sering saya perhatikan dari mulai pondasi sampai Ringbalk dalam penggunaan campuran beton sama saja begitu2 saja

    Hal ini lah yang sering menjadi pertayaan besar bagi saya
    Mohon kiranya ibu dapat menjelaskan
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Salam Kenal

    IWAN

    • Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya terhadap saya..

      Mutu beton tergantung kebutuhannya.. Jika terletak di bagian bawah, di dalam tanah sebaiknya mutu beton lebih tinggi hal ini dikarenakan pengaruh lingkungan tanah dan air di dalam tanah.. Tetapi pada beton struktur juga memungkinkan mutu beton tinggi, hal ini dikarenakan beban yang akan diterima dan faktor pengaruh lingkungan yang agresif yang dapat menurunkan kekuatan struktur bangunan.. Insya Allah dari pertanyaan anda, suatu saat jika saya ada kesempatan akan menuliskan tentang pengaruh mutu beton terhadap lingkungan dimana bangunan tersebut berada.

      Demikian, semoga anda cukup puas dengan jawaban saya..

      • Terima kasih Ibu Dwi
        Wah tanggapannya cespleng langsung respaw hehehe

        Baik ibu saya setia menunggu Bahasan mengenai Pengaruh mutu Beton terhadap Lingkungannya

        Geregett pengen cepet2 tau jawabannya hehhe
        Soalnya kalau d lapangan ( bagunan Umum ) dalam pembuatan mutu beton selalu sama saja dari awal sampai Akhir yaa 1 : 2 : 3 ini lah yang membuat hati menjadi Galau selalu hehehehe

  2. Mohon bantu,saya seorang sanitarian yang bekerja di puskesmas di daerah lombok,yanng lagi gencar – gencarnya memasyarakatkan sanitasi,karena sanitasi di tempat kami buruk sehingga pencemaran terhadap air tanah sudah cukup memprihatinkan,yang saya tanyakan bagaimana konstruksi jamban yang baik dan konstruksi untuk ipal komunal, terima kasih banyak atas bantuannya

    • Terima kasih atas kunjungannya di web saya, Pak/Ibu Yuyun.. Untuk konstruksi Ipal komunal sudah pernah saya berikan contoh nya di tulisan

  3. Assalammualaikum bu dewi tolong di bantu untuk k200,k225,k250,k300,k400 untuk takaran komposisi semen,pasir dan split/koral berapa2 untuk perbandingan nya?

    • Wa’alaikumsalam,
      Terima kasih atas kunjungannya di web saya, Pak/Bu Nazmi.. Sebelumnya mohon diralat, nama saya bukan dewi, nama saya DWI, DWI KUSUMA.. 🙂
      untuk pertanyaan tersebut, silahkan mengisi form Jasa Pembuatan Mix Design
      Demikian, Pak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *