Apakah Setiap Elemen Bangunan Harus Menggunakan Mutu Beton yang Sama?

Tulisan ini saya dedikasikan untuk pertanyaan panjang dikirimkan oleh seorang teman, yang kemudian saya ringkas menjadi sebuah pertanyaan ringkas.

Mari kita pelajari bersama apakah beton itu?

Definisi beton oleh ASTM C125 (Standart Definition of Terms Relating to Concrete and Concrete Technology), beton adalah suatu komposisi bahan yang terdiri terutama dari media pengikat yang didalamnya tertanam partikel atau  pigmen agregat. Pada beton dengan semen hidrolis, pengikat terbentuk oleh campuran semen hidrolis dan air.

Murdock dan Brook (1999) mengatakan bahwa beton sebagai bahan bangunan dan konstruksi sifatnya dapat ditentukan lebih dahulu dengan mengadakan perencanaan dan pengawasan yang teliti terhadap bahan-bahan yang dipilih.

Menurut Neville (1975), jika suatu campuran beton dipadatkan secara sempurna, maka kuat tekan beton hanya tergantung pada nilai perbandingan antara berat air dan berat semen yang biasa disebut faktor air semen. Pemadatan secara sempurna dimaksudkan untuk menghindari adanya kandungan udara yang berlebihan dalam beton. Kandungan udara yang berlebihan dalam beton akan mengakibatkan beton menjadi bersifat porous atau berongga didalamnya dan beton akan berkurang kekuatannya.

Menurut PBI 1971 (Peraturan Beton Indonesia, 1971) kelas dan mutu beton dibedakan 3 kelas sebagai berikut:

 Tabel Mutu dan Kelas Beton PBI 1971Gambar 1. Kelas dan Mutu Beton (PBI, 1971)

 

Sederhananya, beton pada dasarnya adalah campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu.

Mutu beton berdasarkan kekuatan tekan, umumnya dibagi menjadi 3 kategori :

 

  1. Beton mutu rendah : memiliki kekuatan kurang dari 20 Mpa
  2. Beton mutu normal : Memiliki kekuatan berkisar 20 MPa hingga 40 MPa
  3. Beton mutu tinggi : memiliki kekuatan lebih dari 40 Mpa

 

Dalam membangun sebuah konstruksi rumah, gedung atau insfrastruktur dengan material beton, kita harus merencanakan, membuat dan mengawasi agar bangunan tersebut kuat dan berfungsi sesuai dengan standart bangunan yang telah disyaratkan. Selain kekuatan, konstruksi tersebut juga harus ekonomis. Memang, alangkah baiknya jika kita membangun struktur bangunan dengan mutu beton yang sama. Tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan, dikarenakan faktor ekonomis, kita dapat membuatnya sesuai kebutuhan atau fungsinya.

 Sample BetonGambar 2. Sampel Beton

Pada elemen non struktural, misal beton lantai kerja, beton carport (jika kendaraan yang kita miliki bukanlah kendaraan muatan berat) kita tidak perlu menggunakan beton mutu normal. Kita dapat menggunakan beton mutu rendah.

Pada elemen struktural, misal beton pondasi, sloof, kolom, balok, dan lain-lain, jika keberadaan konstruksi tersebut tidak di daerah dengan lingkungan yang agresif, maka kita dapat menggunakan beton mutu normal.

Pada elemen struktural yang berdiri di lingkungan agresif, maka mutu beton pada pondasi dan elemen struktur lainnya harus menggunakan mutu beton tinggi dengan selimut beton yang tebal supaya terlindung dari korosi.

Kesimpulannya, sebuah elemen konstuksi harus menjalankan fungsinya dengan baik berdasarkan lingkungan dimana konstruksi tersebut dibangun tanpa mengabaikan faktor kekuatan dan faktor ekonomis.

 

 

Sumber:

ASTM C125 (Standart  Terminology Relating to Concrete and Concrete Technology), 2014

Dwi Kusuma Sulistyorini, 2014, Pemanfaatan Batu Gamping Asal Kecamatan Bogorejo dan Pasir Asala Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah Untuk Pembuatan Beton Normal, Tesis S2, Universitas Gadjah Mada.

Murdock, LJ dan Brook, K.M (Alih Bahasa oleh Ir. Stephanus Hindarko), 1991, Bahan dan Praktek Beton, Erlangga, Jakarta

Neville, A.M and Brook, J.J., 1987, Concrete Technology, Logman Scientifiv & Technical Copublised in the United Stated with Jhon Wiley & Inc, New York

Peraturan Beton Indonesia, 1971

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *