Stabilisasi Tanah Dengan Kapur

Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting bagi kemajuan pembangunan. Semua orang tentunya ingin di daerahnya mempunyai jalan akses yang baik, kuat menuju daerah lain. Jalan yang baik akan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan dan lainnya.

Jalan Lingkungan

Gambar 1. Jalan dengan jenis perkerasan lentur (Aspal)
(Sumber : Chase Mou Landst)

Jenis-jenis perkerasan pada jalan dapat anda baca pada artikel saya terdahulu, apapun jenis perkerasaannya hal terpenting yang sering dilupakan adalah bagian pondasinya. Seperti halnya bangunan gedung, jalan juga mempunyai bagian struktur yang biasa disebut sebagai pondasi. Bagian Sub base dan base umumnya menggunakan bahan alam yaitu kerikil dan batu pecah sedangkan subgrade adalah merupakan tanah biasa atau tanah pilihan. Stabilisasi tanah sangat perlu dilakukan untuk memperbaiki  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

SALAH SATU FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN JALAN RAYA

Jalan Raya

Gambar 1. Arus Lalu Lintas di Jalan Raya Pantura Jawa Tengah

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang mempunyai peranan besar dalam kehidupan masyarakat. Jalan menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu daerah. Bayangkan saja jika suatu daerah tidak memiliki akses menuju daerah tersebut, maka kebutuhan pokok masyarakatnya akan sulit terpenuhi. Peranan jalan juga penting dalam pendidikan dan kesehatan masyarakat. Jalan menghubungkan sekolah, perguruan tinggi, puskesmas dan rumah sakit dengan masyarakat pengguna. Jika seorang ibu hamil mendekati masa melahirkan atau pasien dengan kondisi darurat sulit menjangkau rumah sakit akibat jalan yang rusak, maka kematian adalah resiko terburuk yang harus diterima. Sungguh luar biasa manfaat jalan bagi kehidupan bersosialisasi kemasyarakatan.

Konstruksi jalan raya secara umum dibedakan dalam 2 (dua) klasifikasi, yaitu:
a. Perkerasan Kaku (Rigid Pavement)
b. Pekerasan Lentur (Flexible Pavement)

Perkerasan kaku (rigid pavement) biasa kita sebut dengan jalan beton, sedangkan perkerasan lentur Continue reading

PUTIH YANG TIDAK SELAMANYA RAPUH

Potongan Beton Normal Agregat Batu Putih

Gambar 1. Potongan Beton dengan agregat batu putih

Don’t judge a book by its cover, ungkapan ini saya pikir tepat untuk menggambarkan keberadaan batu putih (Batu Gamping atau sebutan lain untuknya)  sebagai bahan bangunan. Penggunaan batuan pada bangunan konstruksi, baik itu konstruksi jalan (Base Coarse) maupun konstruksi gedung (Pasangan batu untuk pondasi ataupun beton) tidak tepat jika hanya dilihat melalui warna batuan saja.   Continue reading

PEMASANGAN PAVING BLOCK

Bulan Januari, awal tahun 2013 disaat semua pekerjaan kantor sudah terealisasi maka tiba saatnya memenuhi permintaan dari beberapa sahabat untuk menuliskan cara pemasangan paving block yang benar sehingga terwujudnya struktur pasangan yang baik dan awet (durable). Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya tentang paving block, kali ini tentang bagaimana memasang paving block tersebut.

Berdasarkan SNI 03-2403-1991 tentang Tata Cara Pemasangan Blok  Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan, secara umum yang dimaksud dengan pekerjaan blok beton terkunci ( paving blok ) adalah  Continue reading

Patuhi Marka Jalan Meningkatkan Keamanan Berlalu Lintas

Hari raya Idul Fitri telah berlalu, libur panjang yang diwarnai dengan  mudik telah menyisakan sebuah angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2012 mencatat kecelakaan lalu lintas kendaraan bermotor roda 2 (dua) menempati posisi puncak pada mudik libur Idul Fitri kemarin. Pada saat libur panjang datang, pihak Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan menjadi pihak yang paling sibuk mengamankan jalur lalu lintas.

Gambar1. Marka Jalan

Selain Pihak-pihak tersebut diatas, kesadaran pengendara dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas sangat menentukan keselamatan dan keamanan di jalan raya.

Marka jalan dibuat untuk keselamatan pengguna jalan saat melintas. Sayangnya, di beberapa ruas jalan tidak ada marka jalan bahkan jika ada marka jalan pun pengendara seakan tak mengindahkan tanda-tanda tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor :KM.al/OT.002/Phb-80, Nomor : KM.164/OT002/PHB-80 dan Nomor : KM.210/Hk601/Phb – 87  tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan, Marka jalan berfungsi sebagai penuntun/pengarah pengemudi selama perjalanan. Cukup mengikuti arah dan maksud marka jalan garis putus-putus seruang dengan kendaraan anda niscaya perjalanan aman dan nyaman. Sayangnya, meski marka jalan sudah jelas tergambar, tidak sedikit para pengendara nekat menerjang tanda tersebut. Lihat saja, saat masuk atau keluar persimpangan jalan, marka jalan berupa tanda serong berupa garis utuh kerap diterjang sebagian pengendara.

Perhatikan tanda dan artinya:

Marka Membujur, berupa

a. Garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi pengendara untuk melintasi garis tersebut.

b.Garis putus-putus, merupakan batas lajur yang berfungsi mengarahkan lalu lintas dan atau memperingatkan akan marka membujur yang berupa garis utuh didepan

c. Garis ganda yang terdiri dari garis utuh dan garis putus-putus, menyatakan bahwa kendaraan yang berada di sisi garis utuh dilarang melintasi garis ganda tersebut, sedangkan kendaraan yang berada di sisi garis putus-putus dapat melintasi garis ganda tersebut.

d. Garis ganda yang terdiri dari garis utuh, menyatakan bahwa kendaraan dilarang melintasi garis ganda tersebut.

Tahap 1 Membuat Marka Jalan
Gambar 2. Tahap pertama membuat marka jalan

Tahap 2 Membuat marka jalan

Gambar 3. Tahap kedua membuat marka Jalan

Tahap 3 Membuat marka jalan

Gambar 4. Tahap ketiga membuat marka jalan