Kekuatan Beton ditentukan Menggunakan Kubus atau Silinder?

Pertanyaan ini sering muncul di lapangan. Sebagaimana lazimnya kita mendengar “Beton kami memiliki kekuatan K300” demikian ucap mereka dengan maksud memberikan informasi tentang kekuatan material beton. K 175, K200, K225, K250,K300 atau selebihnya berarti beton kekuatannya dinyatakan dalam benda uji kubus dengan satuan kg/cm2 .

Cetakan benda uji beton

Gambar 1. Aneka Bentuk Cetakan Benda Uji Beton

Pola penyebutan kekuatan beton yang menggunakan istilah “K” dipengaruhi oleh peraturan lama yaitu PBI 1971 (Peraturan Beton Indonesia, 1971) dimana kekuatan material beton dinyatakan dalam benda uji berbentuk kubus. Pada tahun 1992 muncul SNI 03-2847-1992 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung kemudian pada tahun 2002 menjadi SNI 03-2847-2002  tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Maka dengan adanya peraturan baru, peraturan lama seharusnya sudah tidak lagi, apalagi jika dicermati dengan tahun sekarang 2014 terpaut 43 tahun dengan peraturan lama 1971. Sudah tidak  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

PERANCANGAN CAMPURAN ADUKAN BETON YANG BAIK (BERDASARKAN SNI 03-2834-2000)

Terima kasih atas apresiasinya pada tulisan terdahulu yang berjudul apakah campuran adukan beton anda sudah benar? (silahkan lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/10/28/apakah-campuran-adukan-beton-anda-sudah-benar/ ) dan apakah beto itu? (lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/06/26/apakah-beton-itu/  ), sehingga saya rasa perlu untuk menulis tentang tata cara perancangan campuran adukan beton yang sesuai aturan yang berlaku. Aturan mengenai tata cara perancangan beton normal sudah diatur dalam Standart Nasional Indonesia yaitu SNI 03-2834-2000  tentang Tata Cara Pembuatan Rancangan Campuran Beton Normal yang merupakan pembaruan kode dari SNI 03-2834-1993 (Isinya sama).

Campuran adukan cor beton

Gambar 1. Proses pembuatan adukan beton

Membuat beton sebenarnya tidak sesederhana yang biasa kita lihat dalam membuat struktur bangunan sederhana, yang hanya sekedar mencampurkan material pasir, batu pecah (split), semen dan air. Jika ingin membuat beton yang baik,  Continue reading