MENGAPA BETON ITU PERLU DIUJI?

Saya senang sekali mendapatkan pertanyaan dari seorang mahasiswa teknik sipil di tempat saya bekerja. Pertanyaannya begini Mbak, mengapa beton itu perlu diuji? Jarang sekali ada yang bertanya demikian, biasanya mereka sering menganggap membuat beton itu mudah dan sederhana. Baca juga tulisan saya yang berjudul Apakah Beton itu

Proses Uji Tekan Beton Silinder

Gambar. Proses Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

Beton adalah salah satu pilihan material bangunan selain kayu, baja dan smart material yang banyak berkembang dewasa ini. Beton normal dibuat dari campuran air, semen, kericak/split, dan pasir. Meskipun terkesan sederhana, untuk membuat beton yang baik masing-masing bahan penyusun beton ini harus memenuhi persyaratan. Yuk, mengenal berbagai macam pengujian  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

PUTIH YANG TIDAK SELAMANYA RAPUH

Potongan Beton Normal Agregat Batu Putih

Gambar 1. Potongan Beton dengan agregat batu putih

Don’t judge a book by its cover, ungkapan ini saya pikir tepat untuk menggambarkan keberadaan batu putih (Batu Gamping atau sebutan lain untuknya)  sebagai bahan bangunan. Penggunaan batuan pada bangunan konstruksi, baik itu konstruksi jalan (Base Coarse) maupun konstruksi gedung (Pasangan batu untuk pondasi ataupun beton) tidak tepat jika hanya dilihat melalui warna batuan saja.   Continue reading

PEMASANGAN PAVING BLOCK

Bulan Januari, awal tahun 2013 disaat semua pekerjaan kantor sudah terealisasi maka tiba saatnya memenuhi permintaan dari beberapa sahabat untuk menuliskan cara pemasangan paving block yang benar sehingga terwujudnya struktur pasangan yang baik dan awet (durable). Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya tentang paving block, kali ini tentang bagaimana memasang paving block tersebut.

Berdasarkan SNI 03-2403-1991 tentang Tata Cara Pemasangan Blok  Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan, secara umum yang dimaksud dengan pekerjaan blok beton terkunci ( paving blok ) adalah  Continue reading

Apakah Beton itu?

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu.  Pada beton, empat jenis bahan penyusun tersebut dicampur dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu beton, nilai slump, kondisi lingkungan yang diinginkan pada suatu konstruksi bangunan. Bila sudah dicampur bahan-bahan tadi akan menjadi suatu massa seperti seperti batuan, karena terjadi reaksi kimia dari semen dan air.

Beton ada berbagai macam jenisnya, misal beton normal, beton ringan, beton berat, beton non pasir, beton kedap air, beton massa, beton serat, Beton mutu tinggi HSC (High Streght Concrete), Beton memadat sendiri SCC  (Self Compacting Concrete)

Membuat beton tidak sesederhana yang kita sering lihat pada pembuatan bangunan sederhana, hanya sekedar mencampurkan batu, pasir, semen dan air saja. Menurut saya membuat beton hampir mirip dengan membuat roti. Analoginya simpel saja,  Kita mau membuat roti apa? Roti yang bantat? Roti yang lembut? atau roti yang seperti kapas?

Jika Beton yang ingin anda hasilkan adalah beton yang baik, dalam arti memenuhi persyaratan yang berlaku pada SNI (Standart Nasional Indonesia), ASTM (American Society of Testing and Materials) ACI ( American Concrete Institute) atau standart lainnya, karena tuntutan pekerjaan pembetonan yang lebih tinggi, maka cara-cara memperoleh adukan beton harus diperhitungkan dengan seksama.

Sifat adukan beton normal segar yang baik adalah workabilty (mudah diaduk), mudah diangkut, mudah dituang, dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi segregasi (pemisahan kerikil dari adukan beton) maupun bleeding (air bersama-sama semen akan bergerak ke atas permukaan adukan beton segar yang baru saja dituang) sehingga mengakibatkan beton yang diperoleh jelek. Beton yang baik adalah beton yang kuat, tahan lama/ awet kedap air, tahan aus, sedikit mengalami perubahan volume (kembang /susutnya)

Tahapan pekerjaan pembetonan yang benar meliputi :

1. Pemeriksaan sifat bahan dasar meliputi batu sebagai agregat kasar, pasir sebagai agregat halus, semen dan air

2. Pemeriksaan alat dan pelaksanaan pembuatan beton

3. Tentukan jenis dan mutu beton yang diinginkan

4. Perancangan campuran adukan beton

5. Percobaan campuran adukan beton

6. Pelaksanaan campuran adukan beton

7. Pengendalian pekerjaan pembetonan meliputi pemantauan dan evaluasi selama pekerjaan pembetonan.

Kekuatan, keawetan, kekedapan , berat jenis dan sifat beton yang lain bergantung pada sifat-sifat bahan-bahan dasar, perbandingan bahan-bahannya, dan cara pengerjaan (pengadukan, transportasi , penuangan, pemadatan dan perawatan selama proses pengerasan)