ABU VULKANIK LETUSAN GUNUNG KELUD MENGGUYUR BEBERAPA DAERAH

Hari Kamis tanggal 13 Februari 2014 berkisar pukul 11 malam dikabarkan di media elektronik bahwa Gunung Kelud meletus. Gunung yang berada di Pripinsi Jawa Timur tersebut tercatat pernah meletus pada Tahun 1919, kemudian menunjukkan aktivitas pada Tahun 2007 tetapi urung meletus.

Abu Vulkanik pada Mobil

Gambar 1. Abu Vulkanik di Yogyakarta

Keesokan harinya, pada hari Jum’at tanggal 14 Februari 2014 ramai diberitakan bahwa abu vulkanik Gunung Kelud tersebut mengguyur beberapa daerah di wilayah Propinsi Jawa Tengah, DIY, bahkan Jawa Barat. 3 (tiga) Bandara terpaksa ditutup dan menunda jadwal penerbangan akibat abu vulkanik yang menghalangi jarak pandang. Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta; Bandara Adi Sumarno, Solo dan Bandara Juanda, Surabaya. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten tempat saya tinggal, yaitu di Kabupaten Blora.  Abu vulkanik yang halus bertebaran di udara. Awalnya tidak menyadari adanya abu vulkanik, hanya saja suasana mendung menyelimuti Kabupaten Blora sejak pagi. Abu vulkanik baru diketahui ketika  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

MENGAPA BETON ITU PERLU DIUJI?

Saya senang sekali mendapatkan pertanyaan dari seorang mahasiswa teknik sipil di tempat saya bekerja. Pertanyaannya begini Mbak, mengapa beton itu perlu diuji? Jarang sekali ada yang bertanya demikian, biasanya mereka sering menganggap membuat beton itu mudah dan sederhana. Baca juga tulisan saya yang berjudul Apakah Beton itu

Proses Uji Tekan Beton Silinder

Gambar. Proses Pengujian Kuat Tekan Silinder Beton

Beton adalah salah satu pilihan material bangunan selain kayu, baja dan smart material yang banyak berkembang dewasa ini. Beton normal dibuat dari campuran air, semen, kericak/split, dan pasir. Meskipun terkesan sederhana, untuk membuat beton yang baik masing-masing bahan penyusun beton ini harus memenuhi persyaratan. Yuk, mengenal berbagai macam pengujian  Continue reading

PERANCANGAN CAMPURAN ADUKAN BETON YANG BAIK (BERDASARKAN SNI 03-2834-2000)

Terima kasih atas apresiasinya pada tulisan terdahulu yang berjudul apakah campuran adukan beton anda sudah benar? (silahkan lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/10/28/apakah-campuran-adukan-beton-anda-sudah-benar/ ) dan apakah beto itu? (lihat di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/06/26/apakah-beton-itu/  ), sehingga saya rasa perlu untuk menulis tentang tata cara perancangan campuran adukan beton yang sesuai aturan yang berlaku. Aturan mengenai tata cara perancangan beton normal sudah diatur dalam Standart Nasional Indonesia yaitu SNI 03-2834-2000  tentang Tata Cara Pembuatan Rancangan Campuran Beton Normal yang merupakan pembaruan kode dari SNI 03-2834-1993 (Isinya sama).

Campuran adukan cor beton

Gambar 1. Proses pembuatan adukan beton

Membuat beton sebenarnya tidak sesederhana yang biasa kita lihat dalam membuat struktur bangunan sederhana, yang hanya sekedar mencampurkan material pasir, batu pecah (split), semen dan air. Jika ingin membuat beton yang baik,  Continue reading

PEMBUATAN PAVING BLOCK DENGAN KUALITAS BAIK

Beberapa waktu lalu saya bersama rekan kerja mengunjungi salah satu pabrik pembuat paving block di kota Bojonegoro Jawa Timur. Benar juga prediksi saya, bahwa paving block dengan kualitas bagus diperoleh dengan komposisi kericak, pasir, semen dan air. Hal tersebut seperti layaknya adonan beton. Saya pernah menyebutkan dalam tulisan saya dengan judul paving block silahkan klik di http://dwikusumadpu.wordpress.com/2012/12/27/paving-block

Bahan pembuatan paving

Gambar 1. Timbunan Pasir dan Kericak yang digunakan sebagai material pembuatan Paving Block

Pada penelitian Harun Malissa tentang pengaruh batu pecah terhadap kuat tekan paving block, Continue reading

Apakah Campuran Adukan Beton Anda Sudah Benar?

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu. Perlu  ketahui kekuatan beton sangat bervariasi sesuai dengan komposisi yang digunakan. Menurut SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan berikut contoh komposisi adukan beton untuk beberapa jenis kekuatan beton :

3 (tiga) contoh diatas menunjukkan pada masing-masing kekuatan beton akan berbeda jika jumlah komposisi bahan tiap adukan beton per m kubiknya berbeda. Pertanyaannya apakah pelaku pekerjaan konstruksi mengetahui  mematuhi hal tersebut? Saya sangat terkejut mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan. Entah para pelaku konstruksi pin pin bo (pintar-pintar bodo) alias pura-pura tidak tau? atau memang tidak mengerti tentang hal ini? Padahal analisa SNI 7394 -2008 tentang Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton Untuk Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan yang berisi komposisi adukan beton ini jelas tercantum pada dokumen kontrak. Pertanyaan kedua muncul, apakah pelaku konstruksi membaca isi dokumen kontrak? Coba, anda buka dokumen kontrak kegiatan atau proyek yang sedang anda kerjakan atau anda sebagai pengawas teknis lapangannya. Kemudian tanyakan, beton yang akan dikerjakan K berapa? Berapa perbandingan komposisi bahan Semen (PC) : Pasir Beton (PB) : Kericak (KR)?

Saya tidak habis pikir, saat saya tanyakan mereka menjawab, Beton K 175 dengan komposisi 1 PC : 3 PB : 5 KR. Bagaimana dengan Beton K 225?  mereka menjawab komposisi 1 PC : 2 PB : 3 Kr. Saat saya tanya lebih mendalam mereka menjawab BIASANYA YA SEPERTI ITU….

WOW…. Seperti inikah kualitas para pelaku konstruksi kita?



Mari kita coba hitung komposisi adukan beton K 175 dengan berat satuan Semen = 1250 kg/m3 ; air = 1000kg/m3 ; pasir beton = 1400 kg/m3 dan kericak 1350 kg/m3 Continue reading

Apakah Beton itu?

Beton adalah salah satu bahan bangunan yang komponen penyusunnya campuran dari beberapa bagian material, yaitu agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan komposisi tertentu untuk mencapai kekuatan pada durasi waktu tertentu.  Pada beton, empat jenis bahan penyusun tersebut dicampur dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu beton, nilai slump, kondisi lingkungan yang diinginkan pada suatu konstruksi bangunan. Bila sudah dicampur bahan-bahan tadi akan menjadi suatu massa seperti seperti batuan, karena terjadi reaksi kimia dari semen dan air.

Beton ada berbagai macam jenisnya, misal beton normal, beton ringan, beton berat, beton non pasir, beton kedap air, beton massa, beton serat, Beton mutu tinggi HSC (High Streght Concrete), Beton memadat sendiri SCC  (Self Compacting Concrete)

Membuat beton tidak sesederhana yang kita sering lihat pada pembuatan bangunan sederhana, hanya sekedar mencampurkan batu, pasir, semen dan air saja. Menurut saya membuat beton hampir mirip dengan membuat roti. Analoginya simpel saja,  Kita mau membuat roti apa? Roti yang bantat? Roti yang lembut? atau roti yang seperti kapas?

Jika Beton yang ingin anda hasilkan adalah beton yang baik, dalam arti memenuhi persyaratan yang berlaku pada SNI (Standart Nasional Indonesia), ASTM (American Society of Testing and Materials) ACI ( American Concrete Institute) atau standart lainnya, karena tuntutan pekerjaan pembetonan yang lebih tinggi, maka cara-cara memperoleh adukan beton harus diperhitungkan dengan seksama.

Sifat adukan beton normal segar yang baik adalah workabilty (mudah diaduk), mudah diangkut, mudah dituang, dapat dipadatkan, tidak ada kecenderungan untuk terjadi segregasi (pemisahan kerikil dari adukan beton) maupun bleeding (air bersama-sama semen akan bergerak ke atas permukaan adukan beton segar yang baru saja dituang) sehingga mengakibatkan beton yang diperoleh jelek. Beton yang baik adalah beton yang kuat, tahan lama/ awet kedap air, tahan aus, sedikit mengalami perubahan volume (kembang /susutnya)

Tahapan pekerjaan pembetonan yang benar meliputi :

1. Pemeriksaan sifat bahan dasar meliputi batu sebagai agregat kasar, pasir sebagai agregat halus, semen dan air

2. Pemeriksaan alat dan pelaksanaan pembuatan beton

3. Tentukan jenis dan mutu beton yang diinginkan

4. Perancangan campuran adukan beton

5. Percobaan campuran adukan beton

6. Pelaksanaan campuran adukan beton

7. Pengendalian pekerjaan pembetonan meliputi pemantauan dan evaluasi selama pekerjaan pembetonan.

Kekuatan, keawetan, kekedapan , berat jenis dan sifat beton yang lain bergantung pada sifat-sifat bahan-bahan dasar, perbandingan bahan-bahannya, dan cara pengerjaan (pengadukan, transportasi , penuangan, pemadatan dan perawatan selama proses pengerasan)