Sayur Mangut Obat Kerinduan Yogyakarta

Tugu Yogya 2011

Gambar 1. Tugu Yogya Tahun 2011

Yogyakarta, siapa yang tidak mengenalnya.. Suatu tempat yang mempunyai sejuta keistimewaan hingga melekat dalam namanya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yogyakarta sebagai tempat wisata kuliner, tentu tidak akan habis jika hanya dikunjungi dalam 1 hingga 2 hari saja. Gudeg, Bakmi Jowo, Angkringan, Lesehan, Sate Klatak, Brongkos dan Es Tape, Sayur Mangut Lele dan  Continue reading

FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrShare

My Vacation at Yogyakarta

Long vacation in mid november, I took visiting Yogyakarta. Coinciding with the new Hijri year, one sacred, Yogyakarta solid with events. Besides popular ritual ceremonies meditated in silence around the royal palace fence Yogyakarta, there is also a jazz music show (Ngayogjazz 2012)

Ngayogjazz 2012

Ngayogjazz 2012 is held on November 18 located at Desa Wisata Brayut (Brayut tourism billage), Sleman, and run on 12 hours straight, from 9 am to 9 pm, featuring loads of jazz artists/band from jakarta, international and regional jazz communities.

This year the theme is “Dengan Ngejazz kita Tingkatkan Swasembada Jazz” (By playing jazz we increase jazz’s self sufficiency). What the committee wish is to see the artiss, especially the young ones, who had performed in Ngayogjazz can stand on their  feet in building their creativity and career.

The legendary Brazillian jazz guitarist Toninho Horta is said to give his special performance. Eramono Soekaryo, a pianist/singer who was highly popular during the late 80’s and 90’s is ready to fly from Jakarta to show his fusion touch. Then there’s Irianti Erningpraja, she has come back again, so it’s a good chance to meet her again. two other legends Idang Rasjidi and Benny Likumahuwa will alsao be there.

If you’re into feel good music in term of easy to love melodies and lyrics and intimate performance, syaharani and the Queen Fire Works (ESQI:EF) is a must. High dose of funky groove will be there courtesy of  Barry Likumahuwa Project (BLP)

There will be many jazz communities involved i likes komunitas Jazz Yogyakarta, Solo Jazz ‘So-Jazz’ Society, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Balikpapan Jazz Lovers, Entuing Entung Gepik Jazz Salatiga, Komunitas Jazz Purwokerto, Gubuk Jazz Pekanbaru, Komunitas Jazz Lampung, Komunitas Jazz Pekalongan, Sound of Hanamangke Bandung and last but not least, Jazz Gudangan.

Imagine these many performance ready to rest their cases in 12 nonstop hour, free of charge, in the place where genuine Javanese Hospitality exist. At the Ngayogjazz no one should label jazz as something  fancy, old fashioned/out of date, too difficult, not suitable for some part of society and so on.

Liburan panjang  di pertengahan bulan november ini, saya menyempatkan berkunjung ke Yogyakarta. Bertepatan dengan tahun baru Hijriyah, 1 muharram, Yogyakarta padat dengan berbagai acara. Selain ritual populer upacara topo bisu  mubeng benteng  keraton yogyakarta, juga ada acara music jazz (Ngayogjazz 2012)

Ngayogjazz 2012

Ngayogjazz 2012, acara music jazz yang  diselenggarakan pada 18 November terletak di Desa WISATA Brayut (Brayut pariwisata billage), Sleman, dan akan berlangsung selama 12 jam, 09:00 wib -21:00 wib, menampilkan banyak artis jazz / band asal jakarta, internasional dan komunitas jazz regional.

Tahun ini tema adalah “Baru Ngejazz kitd Tingkatkan Swasembada Jazz” (Dengan bermain jazz kita meningkatkan swasembada jazz). Tujuan komite penyelengara acara ini  adalah untuk melihat para seniman, terutama yang muda, yang telah tampil di Ngayogjazz bisa mandiri mengembangkan kehidupan bermusiknya, baik dalam kreatifitasnya maupun karir bermusik mereka.

Seperti dikatakan gitaris jazz legendaris asal Brazil Toninho Horta, dia datang  untuk memberikan performanya yang spesial. Eramono Soekaryo, penyanyi/ pianis  yang sangat populer pada akhir 80-an dan 90 ‘s siap untuk terbang dari Jakarta untuk menunjukkan sentuhan fusion nya. Lalu ada Irianti Erningpraja, dia datang kembali lagi, jadi ini adalah kesempatan yang baik untuk bertemu dengannya lagi. Dua legenda lainnya Idang Rasjidi dan Benny Likumahuwa alsao akan berada di acara tersebut.

Jika Anda  merasa menyukai musik yang bagus,  mencintai melodi dan lirik dan performa yang hangat, Syaharani dan the Queen Fire Works (ESQI: EF) wajib nonton acara ini . Rasa funky dan groove tingkat tinggi akan berada di sana courtesy disajikan  Barry Likumahuwa Project (BLP)

Akan ada komunitas jazz yang terlibat dalam acara ini, seperti  Komunitas Jazz Yogyakarta, “Jadi-Jazz ‘Masyarakat Solo Jazz, Jazz Ngisor Ringin Semarang, Balikpapan Pecinta Jazz, Entuing Entung Gepik Jazz Salatiga, Komunitas Jazz Purwokerto, Gubuk Jazz Pekanbaru, Komunitas Jazz Lampung, Komunitas Jazz Pekalongan, Sound of Hanamangke Bandung dan last but not least, Jazz gudangan.

Bayangkan, dalam acara ini banyak performa siap untuk digelar selama 12 jam nonstop, gratis, di tempat di mana rasa Jawa asli berada. Pada Ngayogjazz anda tidak harus mempunyai  label jazz  yang mewah, kuno, terlalu sulit, tidak cocok untuk beberapa bagian dari masyarakat dan sebagainya.